Beranda

Kamis, 16 April 2026

Apa yang bisa direplikasi dari Central Park New York dalam pengembangan ruang terbuka hijau Sidoarjo


Ketika pohon-pohon di taman lain ditebang dan diganti dengan fasilitas bermain, pohon-pohon di Central Park New York dibiarkan tumbuh besar secara alami dengan campur tangan manusia yang minimal.

Foto: Shanaz Mohammed/FB

Di taman lain, pohon-pohon ditebang dan diganti dengan konstruksi manusia, ruang yang sebelumnya dibentuk oleh proses alami kemudian diubah menjadi lingkungan yang terkontrol dengan fasilitas rekreasi, dan elemen-elemen buatan yang dirancang untuk memenuhi fungsi tertentu.

Sebaliknya, Central Park mempertahankan prinsip yang lebih dekat dengan ekologi alami yang dikendalikan secara minimal. Pohon-pohon dibiarkan tumbuh besar secara alami dan rumput dibiarkan menghampar, bukan sepenuhnya mengikuti kehendak desain manusia.

Central Park mencerminkan pergeseran paradigma dari "taman sebagai objek desain" menjadi "taman sebagai sistem ekologi hidup".

Hasilnya adalah sebuah ruang yang tidak hanya berfungsi sebagai taman kota, tetapi juga sebagai ekosistem urban yang stabil yang menyediakan:

  • Produksi oksigen
  • Penyerapan karbon
  • Penurunan suhu lingkungan sekitar
  • Penyaringan polusi udara
  • Keindahan visual alami
  • Tempat berteduh alami
  • Pelindung dari panas matahari

Lebih jauh, dalam kondisi yang lebih alami, taman dapat menghasilkan ketahanan ekologis jangka panjang dan memberikan pengalaman ruang yang lebih organik bagi manusia.

Di bawah pohon, orang bisa duduk santai, berhenti dari aktifitas jalan, merasakan hembusan angin, dan melihat rimbunan daun.

Dengan demikian, Central Park dapat dipahami bukan sekadar sebagai taman, tetapi sebagai titik temu antara aktivitas kota dan lingkungan alami.

Kamis, 02 April 2026

Bagaimana menyelesaikan persoalan pembuangan sampah sembarangan di Jalan Rangkah Lor?

Pembuangan sampah sembarangan di Jalan Rangkah Lor sudah menjadi persoalan selama bertahun-tahun. Orang-orang yang tidak punya kesadaran dan tanggung jawab membuang sampah sembarangan di beberapa titik di pinggir Jalan Rangkah Lor. Pelaku jelas merugikan warga sekitar: sampah berserakan, bau busuk, kotor.

Kami mendapat info dari beberapa follower infobluru bahwa yang membersihkan sampah yang dibuang sembarangan di Jalan Rangkah Lor adalah petugas kebersihan Perumahan Blukid Residence 3. Pelaku tidak hanya merugikan warga sekitar, tapi juga menambah pekerjaan petugas kebersihan Perumahan Blukid Residence 3. 



Pada 7 Desember 2025, kami melakukan survei di story Instagram infobluru dengan pertanyaan, "Adakah iuran kebersihan/sampah di RT-mu?"

Hasilnya 96% responden menjawab ada iuran. Dari hasil survei itu, kami menilai kecil kemungkinan warga Blukidul membuang sampah di sana. Kami percaya warga Blurukidul adalah warga yang cinta kebersihan.

Jalan Rangkah Lor menjadi jalan antar desa di mana jalan itu terlihat sepi dan kurang penerangan saat malam. 

Infobluru mendapat banyak masukan dari follower soal cara menangani persoalan pembuangan sampah sembarangan di Jalan Rangkah Lor, salah satu masukannya adalah pemasangan cctv. Gambar dari pelaku pembuangan sampah yang terekam cctv akan dicetak di banner dan dipasang di sana. 




Infobluru juga memiliki masukan untuk mendenda orang yang membuang sampah sembarangan di sana. Diperlukan pemantauan langsung untuk menjalankan denda di tempat.

Kami juga memiliki ide untuk memasang banner dengan tulisan ancaman seperti:

  1. Yang buang sampah di sini, hidupnya sengsara
  2. Buang sampah di sini, nyawa taruhannya, dibacok warga, jangan salahkan kami
  3. Semoga yang membuang sampah di tempat ini terkena stroke berkepanjangan

Bagaimanapun cara-cara seperti pemasangan cctv, denda di tempat, pemasangan banner ancaman tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa kesadaran dari pelaku. 

Kesadaran dari para pelaku dibutuhkan untuk menjaga kebersihan di sepanjang Jalan Rangkah Lor dalam jangka panjang.